Senin, 02 September 2019

Sinopsis buku Arus Baru Islam Radikal

Arus Baru Islam Radikal (Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah)


Judul : Arus Baru Islam Radikal (Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah)
Penulis : M. Imdadun Rahmat
Penerbit : Erlangga
Tahun terbit : 2005




Sinopsis Buku

Gerakan revivalisme Islam ( kebangkitan)  Islam merupakan fenomena yang menarik yang telah melanda seluruh dunia Islam. Gerakan yang mencakup berbagai corak kegiatan ini telah berhasil menorehkan berbagai kemajuan bagi umat Islam, sekaligus diwarnai oleh berbagai problem hingga tragedi kekerasan.
Berbagai fenomena yang mengindikasikan adanya gerakan revivalisme Islam ini adalah menguatnya warna warna keagamaan dalam sistem pendidikan, parlemen dan birokrasi, dan partai politik. Selain itu, adanya aktor gerakan Islam baru juga menjadi bukti adanya revivalisme Islam . Aktor gerakan Islam baru ini berbeda dengan aktor gerakan Islam yang lama, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, Jamaat Khair, dan sebagainya.

Organisasi - oraganisasi baru ini memiliki basis ideologi,  pemikiran, dan strategi gerakan yang berbeda dengan ormas-ormas Islam yang ada sebelumnya. Berbagai organisasi baru ini memang memiliki platform yang beragam, namun pada umumnya memiliki kesamaan visi,  yakni pembentukan 'negara Islam' (daulah islamiyah) dan mewujudkan penerapan syariat Islam,  baik dalam wilayah masyarakat  maupun negara. Secara umum mereka juga menganut paham salafisme radikal, yakni berorientasi pada penciptaan kembali masyarakat salaf (generasi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat) dengan cara keras dan radikal. Bagi mereka, Islam pada masa kaum salaf inilah yang paling sempurna, karena jauh dari berbagai tambahan atau campuran (bid'ah) yang dipandang mengotori Islam.
Organisasi tersebut diantaranya adalah Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan Dakwah Salafi.
1. Ikhwanul Muslimin
 Adalah sebuah organisasi pergerakan Islam kontemporer yang paling besar yang didirikan oleh Hasan Al Banna di Mesir tahun 1928.  Agenda gerakan yang dilakukan IM meliputi gerakan dakwah melalio media massa, mempersiapkan delegasi dan utusan ke dalam dan luar negri, mendidik anggota sesuai dengan prinsip dan sistem IM, mengupayakan terwujudnya aturan aturan publik yang lebih islami, mendirikan lembaga lembaga amar makruf nahi munkar. Pada mmulaya gerakan ini sangat menarik bagi golongan bawah, tapi lambat laun gerakan ini menyebar juga ke kaum intelektual dan beberapa pemimpin berpengaruh.
2. Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir adalah partai politik Islam yang didirikan oleh Taqiyuddin An Nabhany di Al Quds Palestina pada tahun 1952. Agenda utama parpol ini adalah membangun kembali sistem Khilafah Islamiyah dan menegakkan hukum syariat Islam dalam realitas kehidupan. Kegiatan parpol ini meliputi pendidikan dan pembinaan umat dengan saqafah(wawasan) Islam, melancarkan pertarungan pemikiran, dan aktivitas politik. Dari keseluruhan aktivitasnya, yang paling menonjol adalah kegiatan kampanye untuk menolah sistem politik yang berasal dari Barat, misalnya konsep nasionalisme, demokrasi, trias politika, kedaulatan rakyat, sistem kekuasaan turun temurun, hukum sekuler dan konsep politik lain yang dianggap tidak berasal dari syariat Islam.
3. Gerakan / Jamaah Salafi
Sebenarnya, tidak ada institusi formal yang menjadi tempat bernaung kaum salafiyun. Dakwah kaum salafiyun ini merupakan Islam dalam totalitasnya. Di zaman modern aliran salafiyah kembali muncul lewat syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Ia ingin membebaskan setelah terkungkung dalam bid'ah. Aliran Wahabi ini tidak menyebut dirinya sebagai slaah satu aliran pemikiran atai salah satu orientasi tertentu dalam Islam, tetapi menyatakan diri sebagai jalan lurus Islam.

Buku setebal 185 halaman ini memiliki kelebihan yaitu ketika kita membacanya, maka kita terasa sedang menelusuri kembali proses berdirinya gerakan gerakan Islam baru ini dan menyelami pola gerakan yang membuat aktor aktor baru ini memiliki simpatisan yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu juga, isinya juga cukup ringkas sehingga pembaca tidak merasa bosan saat membacanya. Namun, ketika ada sumber tentang suatu kalimat, sumbernya diletakkan di belakang sehingga ketika pembaca merasa bingung dan ingin mencari sumber aslinya, mereka harus kembali ke belakang untuk melihat sumber aslinya.
Tapi secara umum buku ini layak dan patut untuk dibaca terutama oleh pemuda yang kini hampir banyak yang terjerat gerakan gerakan baru Islam tersebut .



Sumber buku : Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta



Oleh Rifqy Mungalim


http://uny.ac.id 
http://library.uny.ac.id http://library.uny.ac.id/sirkulasi/index.php?keywords=Arus+baru+islam+radikal&search=search