Sabtu, 22 Mei 2021

Prinsip Kerja , Prinsip Starting, dan Prinsip Membalik Putaran pada Motor 3 Phasa

1.       Prinsip kerja motor 3 fasa :

    Apabila sumber tegangan 3 fase dipasang pada kumparan stator, akan timbul medan putar dengan kecepatan                                                 Ns = 120 f/P , 

dimana Ns = Kecepatan Putar , f  = Frekuensi Sumber ,dan  P = Kutub motor.  

    Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan timbul GGL induksi. Karena batang konduktor merupakan rangkaian yang tertutup maka GGL akan menghasilkan arus (I). Adanya arus (I) di dalam medan magnet akan menimbulkan gaya (F) pada rotor. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. GGL induksi timbul karena terpoton gn ya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar GGL induksi tersebut timbul, diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr).

Sedangkan prinsip terjadinya slip pada motor tersebut adalah :

    Slip timbul karena adanya perbedaan antara kecepatan medan putar (synchronous speed) dan kecepatan rotor (rotor speed) yang dinyatakan dalam rumus S= (ns- nr)/ ns. Berubahnya kecepatan motor induksi 3 fasa disebabkan oleh perubahan beban,sehingga harga slip juga berubah . Ketika motor diam slip mencapai 100% , dimana saat itu ns = nr.

2.       Prinsip starting motor induksi 3 fasa :

a.       Starting langsung

Cara yang paling sederhana, karena hanya dengan saklar 3 fasa. Biasanya hanya dilakukan pada motor dibawah 4 KWH , karena pada starting ini arus start sangat tinggi, yakni bis mencapai 7 kali arus nominal motor.

b.       Starting menggunakan saklar Y -

Pertama kali motor disambung Y, kemudian setelah jalan motor disambung segitiga. Starting ini hanya digunakan pada motor induksi 3 fasa dengan tegangan tertentu.

c.       Starting motor dengan mengatur hambatan asut Rv

Dilakukan dengan menyambung hambatan Rv dengan lilitan motor pada motor rotor lilit. Dengan demikian , hambatan Rv ini dapat mengatur besarnya arus rotor dan torsi motor. Untuk jenis motor rotor lilit, lilitan strator disambunug dengan tegangan suplai, dan startingnya dengan mempengaruhi Rv.

d.       Starting dengan Autotrao.

Yakni dengan menggunakan auto trafo. Keuntungannya adalah arus yang mengalir ke motor dapat diatur dengan mengatur tegangan suplainya.

3.       Prinsip membalik putaran motor 3 fasa:

Menukar dua dari tiga penghantar fasa pada motor induksi sehingga putaran ggm akan terbalik. Terbaliknya putaran ggm inilah yang menyebabkan putaran motor.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar